Senin, 27 Januari 2014

Cinta, Kerja, Harmoni

"Politik dan Cinta"

Minggu, 26 Januari 2014

Jika bukan dari hati maka akan sulit melakukan ini


"Politik dan Cinta"

1- Apakah mungkin dua kata ini bisa bertemu: politik dan cinta.

2- Politik punya defenisinya sendiri, sebagaimana dengan cinta dia juga punya maknanya sendiri

3- Politik identik dengan kekuasaan Lahiriah, namun Cinta adalah kekayaan batiniah

4- Saat Politik bertemu dgn cinta maka dia akan menjadi memelihara setiap kehidupan ini

5- Saat Cinta bertemu dgn politik, akan menumbuhkembangkan kehidupan ini

6- Politik itu memelihara, namun cinta itu menumbuhkembangkan

7- Politik itu kendaraannya, namun cinta itu yang mengendalikannya

8- Politik itu busurnya, namun cinta itu membimbing anak panahnya

9- Politik tanpa cinta menjadikannya beringas, namun cinta tanpa politik membuatnya tak bertenaga

10- Politik itu kerja berbasis akal, namun Cinta bekerja berbasis hati

11- Kerja Politik tanpa Cinta hanya bermuara kepada kelelahan, kerja Cinta tanpa Politik hanya mengantarkan kita pada fantasi impian

12- Politik dan Cinta akan mengubah kerja yang LELAH menjadi LILLAH

13- Politik bisa memaksa semua jadi Lawan, namun Cinta akan membuatnya jadi Kawan

14- Jika banyak yang antipati dari pengamat tentang kita, Partai kok bawa-bawa Cinta dan hati...

15- Sampai ada yang mengatakan, dari semua literatur politik yg mereka baca, tak satupun yg mengatakan ada teori Politik & dakwah Cinta

16- Jika kalian telah membaca literatur politik dari halaman 1 sd 100 tidak ada cinta didalamnya, maka kami adalah halaman ke-101nya...


Katakan pada mereka yg memusuhimu, "Kalian salah memusuhiku, hati ini datang dgn penuh cinta saat hatimu berisi curiga”

*by ustadz Syukri Wahid Balikpapan
(@Syukri_W on twitter)


Keharuan warga Kristen, saat Relawan PKS bersih-bersih pasca banjir di rumahnya

Senin, 27 Januari 2014

Membersihkan rumah korban banjir Perumahan Genuk Indah

Banjir dan longsor melanda Kota Semarang. Termasuk wilayah Kecamatan Genuk, yang paling parah.

DPD PKS Kota Semarang Melakukan APEL SIAGA RELAWAN BENCANA di Lokasi Korban Banjir, Ahad (26/1/2014). 120 Kader PKS hadir dalam acara ini.

Usai Apel, Relawan PKS dibagi menjadi 8 Tim, salah satunya menuju perumahan Genuk Indah. Ada 6 RW di wilayah ini yang sudah terendam banjir selama seminggu terakhir. Bantuan Logistik sudah diberikan oleh Pemerintah Kota Semarang dan beberapa kelompok masyarakat. Tetapi masih temporer.

Alhamdulillah, selain membawa ratusan nasi bungkus, Relawan PKS juga membawa dua pompa sedot air untuk menangani rumah warga yang rumahnya tergenang hingga ke dalam.

Di perempatan utama Perum Genuk Indah, Relawan PKS bertemu Bu Awal yg ingin rumah-nya ditangani oleh Tim PKS. Meluncur ke Blok J 76, kerumah bu Awal yg rupanya di sebelah-nya Blok J 75 Bapak Tirto Rejeki juga di dalam-nya terendam Banjir.. Alhamdulillah 2 rumah ini ditangani langsung dg 2 pompa air yg tersedia di Mobil Armada PKS.

Menarik, di lingkungan rumah Bu Awal dan Pak Tirto Rejeki ini Mayoritas dari saudara-saudara Tionghoa. Banjir ini terparah sejak mereka tinggal tahun 1996. Banjir selama seminggu terakhir ini membuat mereka tidak bisa tidur di dalam rumah karena tergenang, sehingga harus tidur di teras rumah yang lebih tinggi.

Alhamdulillah, dua jam tim Relawan PKS melakukan aksi, genangan hampir 40 cm di dalam kedua rumah selama seminggu ini bisa surut. Dan bisa istirahat di dalam rumah untuk malam ini..

Pak Tirto Rejeki yang merupakan Tionghoa Kristen mengucapkan banyak terimakasih atas kerja Relawan PKS. Dia sangat terharu karena, menurutnya, belum ada satupun pihak baik pemerintah, kelompok warga (LSM) bahkan partai yang memberikan bantuan seperti PKS, sedot banjir dan lumpur di rumah warga, sehingga sekarang rumahnya kembali nyaman pasca banjir.

Kerja Relawan PKS bersih-bersih pasca banjir di rumah warga Kristen

Kerja Relawan PKS sedot banjir di rumah-rumah warga

Relawan PKS juga memberikan bantuan makanan untuk korban banjir Genuk Indah

Warga turut membantu di Posko Dapur Umum PKS DPC Genuk

Banjir yang melanda Semarang, terparah di daerah Genuk.



PKS Bekerja, Warga Bahagia

Senin, 27 Januari 2014


Hari ahad (26/01/14) lalu warga balikpapan menjadi saksi aksi peduli kader-kader keadilan sejahtera. Tepatnya di sekitar Pasar Pandansari, Balikpapan Barat. Di lokasi inilah, kader-kader DPC Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Balikpapan Barat bersama DPD PKS Balikpapan kembali menujukkan cintanya dengan menggelar aksi peduli bertajuk PKS (Pasar Kita Sehat).

Para kader disiagakan di sepanjang Pasar. Masing-masing telah dibagi tugasnya. Ada kader yag bertuga membagikan sarapan kepada para penjual, ada pula Kader yang menyapu dan memungut sampah di pinggir jalan, sementara kader akhwat turun melakukan pelayanan kesehatan gratis disana. Tak ada guratan lelah di wajah mereka karena cintanya mereka kepada warga kota Balikpapan ini. Bahkan, para kader ikhwah tidak canggung sedikit pun untuk mengambil sampah dan lumpur yang menumpuk di selokan sepanjang jalan pasar yang terkenal carut marut dan kumuhnya ini.

Di antara para kader yang tidak sedikit pun risih dihinggapi lumpur dan kotoran itu, tercatat sejumlah pengurus teras di DPD PKS Balikpapan seperti Ustad Husein. Dan beberapa petinggi DPC PKS Balikpapan Barat yang juga menjadi caleg DPRD Kota Balikpapan Dapil Dapil Balikpapan Barat Mereka yaitu Ali Mansyur, Ari Al Qaktiri, Abdul Syanie dan sejumlah pengurus lainnya.

Kegiatan yang berlangsung dari jam 6 pagi itu tak sia-sia. Wal hasil, pasar yang selalu ramai dengan aktivitas masyarakat dan selalu padat dengan kendaraan itu pun tampak nyaman dilihat, karena tiada lagi sampah yang menumpuk.

Tampak para pedagang dan pengguna jalan lainnya yang berlalu lalang memberikan apresiasinya. Beberapa di antaranya langsung menyampaikan dalam kata-kata pujian dan dukungan. Tidak sedikit warga yang tengah berkendara tampak melambai-lambaikan tangan tanda simpati kepada para kader yang bekerja tanpa mengharap imbalan uang itu. PKS bekerja, warga pun bahagia. (SF)
Sumber: www.pkspiyungan.org/2011/01/visi-dan-misi-pks.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar